Judul: FILSAFAT HUKUM CYBER: Fondasi Teoretis, Ontologi, dan Epistemologi
Penulis: Gilang Rizki Aji Putra
Cover:

Diam-diam, hukum telah meninggalkan tubuh jasmaninya. Ia tidak lagi melulu berkutat pada batas-batas teritorial, tinta di atas kertas bersegel, atau kedaulatan yang membatu dalam monumen legislasi. Di hadapan kita, ia menjelma menjadi aliran bit, protokol yang tak kasat mata, dan arsitektur kode yang mengatur perilaku manusia lebih efektif daripada ancaman penjara. Peralihan ini bukan sekadar migrasi teknis dari ruang fisik ke ruang digital; ia adalah gempa ontologis yang mengguncang sendi-sendi paling dasar dari pemikiran hukum.
Buku ini lahir dari kegelisahan fundamental: mampukah filsafat hukum, dengan seluruh warisan kanonnya yang agung, menjelaskan realitas normatif yang baru ini? Jilid pertama dari magnum opus dua jilid ini menyelidiki fondasi teoretis, ontologis, dan epistemologis hukum di era digital—sebuah proyek arkeologi filosofis yang menggali kembali perdebatan tentang hakikat “ada” dan “tahu” untuk menemukan pijakan yang lebih kokoh bagi yurisprudensi siber.
Melalui enam bab yang tersusun secara dialektis, buku ini membongkar asumsi-asumsi paling dasar yang menopang hukum modern. Ia mempertanyakan kembali hakikat ruang siber—bukan sebagai “tempat” melainkan sebagai assemblage yang terus-menerus diproduksi oleh interaksi kode, data, dan manusia. Ia mendekonstruksi subjek hukum liberal yang tunggal dan otonom, mengungkap fragmentasinya menjadi dividual dan profil yang tersebar. Ia menyelidiki ontologi objek hukum—aset kripto, NFT, perangkat lunak, data—yang menolak klasifikasi sederhana ke dalam kategori properti tradisional. Dan ia menyaksikan lahirnya struktur norma baru: kontrak cerdas yang mengeksekusi dirinya sendiri, lex cryptographica yang menantang monopoli negara, serta agensi kecerdasan buatan yang memunculkan responsibility gap yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Di ranah epistemologi, buku ini mendiagnosis krisis yang lebih dalam: matinya saksi di era deepfake, munculnya bukti yang dihasilkan mesin yang berbicara dalam bahasa korelasi, bukan kausalitas, paradoks black box yang menantang kemampuan hukum untuk memahami bukti yang digunakannya sendiri, serta fragmentasi narasi hukum oleh arsip digital. Ia memetakan mazhab-mazhab filsafat hukum siber yang sedang lahir dan menutup dengan sintesis dialektis yang menyiapkan panggung bagi Jilid 2.
Jilid 1 ini bukanlah kumpulan esai tentang topik-topik yang sedang tren. Ia adalah perjalanan intelektual yang terstruktur ketat, dimulai dari diagnosis krisis yurisprudensi abad ke-21, melewati rekonstruksi ontologi dan epistemologi, dan berakhir di ambang aksiologi. Bagi mereka yang ingin memahami bukan hanya bagaimana hukum bereaksi terhadap teknologi digital, tetapi mengapa fondasinya retak dan apa yang harus dibangun kembali dari reruntuhannya, buku ini adalah peta yang tidak tergantikan.
Buku Bisa didapatkan di marketplace berikut:
Harga: Rp. 250.000,-
GRAMEDIA DIGITAL
GOOGLE PLAY BOOK




Tinggalkan Balasan